Fungsi Pengorganisasian Dalam Manajemen Perusahaan
Fungsi Pengorganisasian Dalam Manajemen Perusahaan
Apa itu Fungsi Manajemen Organizing?
Fungsi organizing dalam manajemen adalah proses mengatur wewenang, tugas, dan tanggung jawab pada setiap individu yang berkaitan dengan perusahaan atau organisasi.
Kemudian menjadi satu kesatuan untuk mencapai rencana dan tujuan yang telah diinginkan perusahaan atau organisasi.
Jadi, fungsi pengorganisasian tidak hanya mengatur orang tapi juga semua sumber daya yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Namun, termasuk modal perusahaan yang berbentuk uang, mesin, waktu, dan lainnya tanpa terkecuali.
Mengapa fungsi manajemen organizing ini penting dilakukan? Supaya suatu perusahaan atau organisasi dapat berjalan, dengan semestinya dan mewujudkan semua tujuan perusahaan.
Manfaat Fungsi Organizing dalam Manajemen
Fungsi organizing atau pengorganisasian ini wajib dilakukan karena memiliki banyak manfaat terutama bagi perusahaan. Berikut ini beberapa manfaat fungsi pengorganisasian yang perlu dipahami:
- Membantu mempermudah koordinasi antar pihak di dalam suatu kelompok
- Membantu membagi tugas sesuai dengan kondisi yang terjadi di perusahaan
- Membuat setiap bagian perusahaan mengetahui apa yang akan dilakukan dan tugas-tugasnya
- Mempermudah pengawasan terhadap perusahaan
- Memaksimalkan manfaat spesialisasi yang ada di perusahaan
- Mengefisienkan biaya atau anggaran perusahaan
- Membantu mewujudkan hubungan yang rukun antar individu
Dalam suatu Pengorganisasian terdapat tiga unsur/elemen yang saling berhubungan, yaitu:
1. Sekelompok orang
Adanya sekelompok orang yang menggabungkan diri sengan suatu ikatan Norma, peraturan, ketentuan, dan kebijakan yang telah dirumuskan dan Masing-masing pihak siap untuk menjalankan dengan penuh tanggung Jawab.
2. Interaksi dan kerja sama
Dalam suatu organisasi yang terdiri atas sekelompok orang tersebut saling Mengadakan hubungan timbal balik, saling memberi dan menerima, dan Juga saling bekerja sama untuk melahirkan dan merealiasasikan maksud (purpose), sasaran (objective), dan tujuan (goals).
3. Tujuan bersama
Dalam suatu organisasi yang terdiri atas sekelompok orang yang saling Berinteraksi dan bekerja sama tersebut diarahkan pada suatu titik tertentu,Yaitu tujuan bersama dan ingin direalisasikan.
Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah kerangka formal yang menggambarkan bagaimana tugas dan wewenang didistribusikan, dikoordinasikan, dan diarahkan dalam suatu organisasi. Struktur organisasi dapat berbentuk:
- Struktur Fungsional: Mengelompokkan karyawan berdasarkan fungsi atau kegiatan yang mereka lakukan, seperti pemasaran, keuangan, dan produksi.
- Struktur Divisional: Mengelompokkan karyawan berdasarkan produk, pasar, atau wilayah geografis yang dilayani.
- Struktur Matriks: Mengombinasikan elemen-elemen dari struktur fungsional dan divisional, di mana karyawan memiliki dua atasan: manajer fungsional dan manajer proyek atau produr.
- Struktur Jaringan: Mengandalkan aliansi strategis dengan organisasi lain untuk menyediakan produk atau layanan tertentu, dengan fokus pada fleksibilitas dan adaptabilitas.
Bagaimana Proses Pengorganisasian Dapat Membantu Perusahaan Mencapai Tujuan dan Strategisnya?
Proses pengorganisasian memiliki peran kunci dalam membantu perusahaan mencapai tujuan dan tujuan strategisnya. Ini dapat dicapai melalui beberapa cara:
1. Optimasi Sumber Daya:
Dengan pengorganisasian yang baik, perusahaan dapat memastikan bahwa sumber daya manusia, keuangan, dan fisiknya digunakan secara efisien. Ini membantu menghindari pemborosan sumber daya dan meningkatkan produktivitas.
2. Definisi Tugas dan Tanggung Jawab:
Melalui pengorganisasian, setiap anggota tim atau departemen tahu dengan jelas apa yang diharapkan darinya. Ini mengurangi kebingungan dan konflik yang mungkin timbul akibat tumpang tindih tanggung jawab.
3.Pembentukan Struktur Organisasi yang Efektif:
Proses pengorganisasian memungkinkan perusahaan untuk memilih struktur organisasi yang paling sesuai dengan tujuannya. Ini termasuk pemilihan model hierarki, departementalisasi, dan struktur pengambilan keputusan.
4.Fasilitasi Komunikasi dan Koordinasi:
Dengan jelasnya aliran informasi dalam proses pengorganisasian, komunikasi antar unit dan individu menjadi lebih efisien. Koordinasi antar departemen juga ditingkatkan, memungkinkan reaksi cepat terhadap perubahan lingkungan bisnis.
4 Pilar Dalam Pengorganisasian, antara lain :
1. Pilar Pertama : Pembagian Kerja (Division of Work)
Pembagian kerja adalah proses mengelompokkan tugas-tugas ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil dan spesifik, sehingga setiap individu dalam organisasi dapat fokus pada tugas yang spesifik dan memiliki tanggung jawab yang jelas. Pembagian kerja membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam mencapai tujuan organisasi dengan mengurangi kebingungan dan meningkatkan kualitas pekerjaan.
Kadangkala Pembagian Kerja dinamakan dengan Pembagian Tenaga Kerja, namun lebih sering digunakan Pembagian Kerja karena yang dibagi-bagi adalah pekerjaannya, bukan orangnya.
Contoh dari Pembagian Kerja misalnya Pembagian Kerja dalam Bisnis Restoran, pembagian kerja dapat berupa pembagian kerja untuk bagian dapur, pelayanan pelanggan di meja makan, kasir, dan lain sebagainya
2. Pilar Kedua : Pengelompokan Pekerjaan (Grouping of Work)
Pengelompokan pekerjaan adalah proses mengelompokkan tugas-tugas yang terkait dalam bagian-bagian yang lebih besar dan spesifik. Pengelompokan pekerjaan membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas dengan mengurangi kebingungan dan meningkatkan kualitas pekerjaan. Pengelompokan pekerjaan juga membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan akan sumber daya dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya.
Sebagai contoh, untuk bisnis restoran : pencatatan menu, pemberitahuan menu kepada bagian dapur, hingga pengiriman makanan dari bagian dapur kepada pelanggan di meja makan dapat dikelompokkan menjadi satu departemen tertentu, katakanlah bagian Pelayan.
3. Pilar Ketiga : Penentuan Relasi Antar Bagian (Determining Relationships Between Departments)
Penentuan relasi antar bagian adalah proses mengidentifikasi dan menentukan bagaimana bagian-bagian dalam organisasi berinteraksi dan berkomunikasi dengan satu sama lain. Penentuan relasi antar bagian membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas dengan mengurangi kebingungan dan meningkatkan kualitas pekerjaan. Penentuan relasi antar bagian juga membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan akan sumber daya dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya.
Tahapan Pengorganisasian
Tahapan Pengorganisasian Proses pengorganisasian dalam manajemen dapat dilakukan melalui enam tahapan yaitu:
1. Menetapkan tujuan pengorganisasian.
2. Menetapkan tugas-tugas pokok anggota organisasi.
3. Melakukan pembaian tugas pokok menjadi tugas-tugas yang lebih rinci.
4. Mengalokasikan sumber daya yang tersedia.
5. Memberikan arahan-arahan untuk tugas-tugas.
6. Melakukan evaluasi atas hasil-hasil dari strategi pengorganisasian yang telah dilakukan. (Aiszakiyudin.com:2019)
Tantangan dalam Pengorganisasian
Perubahan Lingkungan Bisnis : Globalisasi, teknologi, dan perubahan ekonomi dapat mempengaruhi struktur organisasi.
Kompleksitas : Organisasi besar dengan banyak unit kerja dapat menghadapi tantangan dalam koordinasi dan kontrol.
Kebutuhan untuk Inovasi: Struktur yang terlalu kaku dapat menghambat inovasi dan adaptasi.
SUMBER
https://www.jurnal.id/id/blog/fungsi-manajemen-organizing-sbc/
https://id.scribd.com/document/391491910/Konsep-Dasar,
https://www.hrd-forum.com/memahami-fungsi-organizing-dalam-manajemen/,
https://www.academia.edu/43261984/Fungsi_Pengorganisasian_dalam_Manajemen


Komentar
Posting Komentar