LINGKUNGAN DAN ORGANISASI BISNIS

 Lingkungan Dan Budaya Organisasi

Dalam ilmu manajemen menjelaskan pentingnya lingkungan dan budaya organisasi yang merupakan salah satu cara para manajer dalam melaksanakan aktivitas manajemennya untuk mencapai tujuannya dan beradaptasi dengan lingkungan organsasi. Akibat perubahan-perubahan lingkungan yang menimbulkan ketidakpastian bagi para manajer.

 A. Memahami lingkungan dan organisasi bisnis adalah proses yang penting untuk mengetahui bagaimana bisnis beroperasi dan berkembang dalam lingkungan yang tepat. Ini melibatkan pemahaman tentang struktur organisasi, peran-peran dalam organisasi, serta faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi keberhasilan bisnis. Berikut adalah beberapa aspek penting dalam memahami lingkungan dan organisasi bisnis:

  • Struktur Organisasi: Struktur organisasi adalah cara dalam mana peran-peran dan tugas-tugas di dalam bisnis dibagi dan dikendalikan. Ini memungkinkan bisnis untuk beroperasi secara efisien dan efektif. Struktur organisasi dapat dibagi menjadi beberapa jenis, seperti struktur fungsional, struktur matrix, dan struktur hybrid.
  • Kultura Organisasi: Kultura organisasi adalah nilai, percayaan, dan norma yang diterima oleh karyawan dalam bisnis. Hal ini mempengaruhi cara karyawan berinteraksi dan bekerja satu sama lain, serta menentukan apakah bisnis dapat menjadi tempat yang nyaman dan berkelancaran.
  • Peran-peran dalam Organisasi: Dalam organisasi bisnis, ada banyak peran yang harus dijalankan untuk memastikan operasi bisnis berjalan dengan lancar. Ini termasuk peran manajemen, staf, karyawan, dan pemilik bisnis. Setiap peran memiliki tugas-tugas yang berbeda, namun semua bertujuan untuk mencapai tujuan bisnis.
  • Faktor Lingkungan: Lingkungan bisnis adalah keseluruhan cabang dari faktor eksternal yang dapat mempengaruhi operasi dan keberhasilan bisnis. Beberapa contoh faktor lingkungan yang penting termasuk kondisi pasar, regulasi hukum, teknologi, dan kompetisi.
  • Analisis SWOT: SWOT adalah singkatan dari Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats. Proses analisis
  1. ORGANISASI BISNIS SEBAGAI BAGIAN DARI LINGKUNGAN.
    Organisasi bisnis adalah komponen penting dalam lingkungan. Mereka mempengaruhi dan diangkut oleh berbagai faktor ekonomi, sosial, politik, dan lingkungan. Sebagai bagian dari lingkungan, organisasi bisnis bertanggung jawab untuk mengembangkan strategi yang bertujuan untuk memperbaiki dan memperkuat lingkungan di mana mereka beroperasi. Hal ini dapat dilakukan dengan menjalin hubungan yang baik dengan komunitas, memperbaiki praktik-praktik yang menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan, dan mempromosikan keberlanjutan dalam bisnis mereka. Dengan cara ini, organisasi bisnis dapat membantu memperbaiki lingkungan dan membuat dunia lebih baik untuk semua pihak.
  2. LINGKUNGAN INTERNAL ORGANISASI
    Lingkungan internal organisasi adalah kesan dari struktur, kultur, norma, dan pola kerja yang terdapat di dalam organisasi. Ini termasuk faktor-faktor seperti sistem manajemen, komunikasi, pengambilan keputusan, serta hubungan antara pegawai dan mangkok direktori. Lingkungan internal mempengaruhi kinerja, morale, dan perasaan pegawai dalam organisasi. 
    Untuk memperbaiki lingkungan internal, organisasi harus menghadirkan lingkungan yang nyaman dan teratur, menjaga kesuburan dan keharmonisan antara pegawai, memastikan komunikasi yang efektif, dan menjalankan sistem manajemen yang transparan dan efektif. Dengan demikian, organisasi dapat memperbaiki hubungan antara pegawai dan pemimpin, memperbaiki morale, dan meningkatkan kinerja yang akhirnya mempengaruhi prestasi organisasi secara positif.

  • PEMILIK ORGANISASI (OWNERS)
Pemilik Organisasi adalah mereka yang secara historis maupun hukum dinyatakan sebagai pemilik akibat adanya penyertaan modal, ide, maupun berdasarkan ketentuan lainnya dinyatakan sebagai pemilik organisasi.Organisasi perlu memahami para pemilik organisasi, karena setiap pemilik memiliki tujuan yang hendak dicapainya melalui kepemilikannya atas organisasi

  • TIM MANAJEMEN (BOARD OF MANAGER OR DIRECTORS)
Tim Manajemen adalah orang-orang yang menurut para pemilik organisasi perusahaan dinyatakan atau ditunjuk sebagai pengelola organisasi dalam aktivitasnya sehari-hari untuk suatu periode tertentu. Orang-orang ini bekerja secara profesional berdasarkan tugasnya masing-masing, dan dalam periode tertentu harus melaporkan setiap kegiatannya pada pemilik perusahaan.

  • PARA ANGGOTA ATAU PARA PEKERJA (EMPLOYES)
Para anggota atau para pekerja dalam sebuah organisasi merupakan unsur Sumber Daya Manusia (SDM) yang sangat dominan dalam sebuah organisasi. Para pekerja inilah yang sehari-hari bergelut dengan aktivitas operasional perusahaan dan menjalankan tugas-tugas keseharian. Para pekerja merupakan aset bagi perusahaan.

  • LINGKUNGAN FISIK ORGANISASI (PHSYCAL WORK ENVIRONMENT)
Pemilik organisasi, pekerja, dan tim manajemen merupakan orang-orang atau sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan. Organisasi memiliki sumber daya yang yang tidak hanya orang-orang , tetapi juga sumber daya uang (financial resources), sumber daya alam (natural resources), maupun sumber daya informasi (informational resources). Keseluruhan ini dapat dikategorikan sebagai lingkungan fisik organisasi perusahaan. Bangunan, uang, peralatan, barang persediaan, dan lain sebagainya merupakan lingkungan dimana setiap saat orang-orang dalam organisasi perusahaan berinteraksi dan memanfaatkannya untuk dapat didayagunakan.

        3. LINGKUNGAN EKSTERNAL ORGANISASI

    


Lingkungan eksternal adalah faktor-faktor yang berada di luar organisasi dan mempengaruhi operasi dan keputusan bisnis. Hal ini termasuk kondisi pasar, regulasi hukum, keadaan ekonomi, perilaku konsumen, hubungan dengan komunitas, dan lingkungan fisik dan sosial. Organisasi harus mengerti dan mengembangkan strategi untuk memadamkan dampak lingkungan eksternal yang dapat mempengaruhi bisnis mereka.

Untuk mengatasi lingkungan eksternal yang kompleks, organisasi harus menjalin hubungan yang baik dengan komunitas, mempertimbangkan dampak bisnis terhadap lingkungan, dan memastikan bahwa keputusan-keputusan bisnis mereka sesuai dengan prinsip-prinsip etis dan keberlanjutan. Dengan cara ini, organisasi dapat menjaga stabilitas dan kesinambungan bisnis serta memperbaiki hubungan dengan lingkungan eksternal yang lebih baik.

  1. Pelanggan
Produk yang ditawarkan oleh perusahaan akan dibeli oleh pelanggan. Pelanggan itu sendiri bervariasi jenisnya, sehingga diperlukan taktik penjualan yang bervariasi pula, sesuai dengan kebutuhan pelanggan serta situasi pasar. Setiap pelanggan atau konsumen mempunyai kebutuhan dan keinginan yang berbeda karena adanya perbedaan latar belakang pendidikan, budaya dan ekonomi. Oleh sebab itu, manajemen perlu mengobservasi setiap perubahan perilaku konsumennya. Ketidakpuasan pelanggan terhadap produk atau jasa perusahaan akan mempermudah konsumen beralih ke produk perusahaan lain.

    2. Pemasok

Setiap organisasi membeli input atau bahan baku dari lingkungan untuk kemudian digunakan dalam memproduksi output. Input yang diolah oleh organisasi akan menentukan kualitas dan harga output. Selain menawarkan produk bermutu lebih baik secara lebih cepat, perusahaan juga dapat memperoleh laba dalam persaingan dengan cara menawar harga yang lebih rendah dari pemasok. Pemasok itu sendiri berfungsi sebagai penyedia sarana dan material yang diperlukan oleh perusahaan dalam pemrosesan input menjadi output. Oleh karenanya, manajemen perusahaan perlu bekerja sama baik dengan pemasok agar kegiatan operasionalnya berjalan lancar.

    3. Pesaing

Dalam rangka meluaskan pangsa pasar, perusahaan perlu mengandalkan salah satu dari dua peluang terbuka berikut.

Mendapatkan pelanggan yang lebih banyak dengan cara mengumpulkan pangsa pasar yang lebih banyak ataupun dengan meningkatkan skala pasar. 
Mengalahkan pesaing dan memenangkan pasar yang tengah berkembang.
Lingkungan makro perusahaan adalah kekuatan luar yang dapat mempengaruhi jalannya bisnis perusahaan.Lingkungan ini jauh lebih luas dan lebih besar dari lingkungan mikro yang sudah kita bicarakan diatas.


Lingkungan ini dapat berupa kekuatan-kekuatan berikut :

1.Sosial ekonomi

2.Demografi

3.Sosial politik

4.Sosial budaya

5.Teknologi dan informasi

6.Kekuatan alam

    4. Partner Strategis

Yaitu perusahaan lain yang menjalankan bisnis berbeda dengan kita, tetapi secara bersama-sama bisa menjadi mitra kita dalam menjalankan bisnis yang saling menguntungkan kedua belah pihak. 

B. LINGKUNGAN INTERNASIONAL DAN KEGIATAN BISNIS



Lingkungan internasional memiliki dampak besar terhadap kegiatan bisnis, terutama bagi perusahaan yang beroperasi di banyak negara atau yang terlibat dalam perdagangan global. Beberapa faktor lingkungan internasional yang mempengaruhi kegiatan bisnis antara lain:

  • Peraturan dan standar internasional: Organisasi seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Bersama Mengatur Internasional (IMF), dan Bank Dunia (World Bank) membuat aturan dan standar yang diutamakan oleh negara-negara dan perusahaan global. Perusahaan harus memahami dan mematuhi aturan-aturan ini dalam kegiatan mereka.
  • Perdagangan global dan perdagangan bebas: Perusahaan yang terlibat dalam perdagangan global harus memahami efek dari perdagangan bebas dan memastikan bahwa mereka mematuhi persetujuan perdagangan antar negara.
  • Kebijakan fiskal dan moneter: Kebijakan fiskal dan moneter yang diambil oleh negara-negara dapat mempengaruhi keputusan investasi dan operasi perusahaan. Perusahaan harus memonitor kebijakan-kebijakan ini dan mengadaptasikan strategi mereka sesuai dengan perubahan.
  • Kebijakan hukum dan etika internasional: Perusahaan harus mematuhi standar hukum dan etika internasional dalam kegiatan mereka, termasuk standar lingkungan, hak asasi manusia, dan keadilan sosial.
  • Risiko geopolitik dan keamanan: Kondisi politik dan keamanan di dalam dan di luar negara dapat mempengaruhi investasi, perdagangan, dan operasi perusahaan. Perusahaan harus memonitor dan memperbaiki strategi mereka untuk mengatasi risiko geopolitik.
  • Kemampuan sumber daya manusia: Perusahaan harus memahami kemampuan dan keterbatasan sumber daya manusia di negara-negara yang mereka jalankan operasi, termasuk kualifikasi pekerja, ketersediaan tenaga kerja, dan kualitas pendidikan.

Untuk berhasil di lingkungan internasional, perusahaan harus memiliki pemahaman yang kuat tentang lingkungan internasional dan memiliki strategi yang fleksibel untuk mengatasi perubahan dan risiko yang muncul.

C. BUDAYA ORGANISASI DAN KEGIATAN BISNIS

Budaya Organisasi
Budaya menunjukkan gambaran atau ciri suatu kelompok tertentu di tengah-tengah masyarakat dalam melaksanakan aktivitas dan memecahkan permasalahan yang dihadapinya. Di suatu Negara tertentu juga terdapat kelompok-kelompok tertentu yang memiliki budaya berbeda, itulah yang disebut sebagai sub-budaya. Hal yang sama sebuah organisasi mempunyai budaya yang disebut sebagai budaya organisasi. Budaya organisasi adalah suatu sistem yang merupakan bagian dari kepercayaan dan nilai-nilai yang dapat membentuk dan menunjukkan perilaku para anggotanya.
Schien (2004) mendefinisikan budaya organisasi adalah sebuah pola asumsi dasar yang dapat dipelajari oleh sebuah organisasi dalam memecahkan permasalahan yang dihadapinya dari penyesuaian dir eksternal dan integrasi internal, telah bekerja dengan baik dan dianggap berharga, oleh karena itu di ajarkan kepada anggota baru sebagai cara yang benar untuk menyadari berfikir, dan merasakan dalam hubungan untuk masalah tersebut.
Robins (2002) mengungkapkan bahwa budaya organisasi merujuk kepada suatu sistem pengertian bersama yang dipegang oleh anggota-anggota organisasi, yang membedakan organisasi tersebut dengan organisasi lainnya. Berdasarkan pengertian tersebut ada karakter tertentu yang dimiliki suatu organisasi sehingga membedakan suatu organsasi dengan organisasi lainnya. Karakteristik tersebut dibagi dalam beberapa tingkat yaitu:
1. Inovasi dalam pengambilan resiko
2. Perhatian terhadap detail
3. Orientasi terhadap hasil
4. Orientasi kepada individu
5. Orientasi terhadap kelompok
6. Agresivitas
7. Stabilitas

Karakteristik-karakteristik tersebut merupakan nilai (value) bagi suatu organisasi.
Kreitner dan Kinicki (2001) mengatakan budaya organisasi adalah suatu wujud anggapan yang dimiliki, diterima secara implicit oleh kelompok dan menentukan bagaimana kelompok tersebut merasakan, pikiran, dan bereaksi terhadap lingkungannya yang ragam. Berdasarkan pengertian tersebut budaya organisasi memiliki tiga karakteristik antara lain: (1). Budaya organisasi diberikan kepada karyawan baru melalui proses sosialisasi, (2). Mempengaruhi perilaku karyawan ditempat kerja, dan (3). Berlaku pada dua tingkat yang berbeda, masing-masing tingkat beragam dalam kaitannya dengan pandangan keluar dan kemampuan bertahan terhadap perubahan.
Budaya organisasi dapat dilihat secara jelas (concrete) dan yang lebih abstrak. Budaya organisasi yang secara konkrit wujudnya dapat dilihat secara jelas sedangkan budaya organisasi yang bersifat abstrak budaya merefleksikan pada nilai-nilai (volves) dan keyakinan (belief) yang dimiliki para anggota organisasi.

Budaya Organisasi dalam Istilah Deskriptif
Budaya organisasi merupakan cerminan dari karakterisitik-karakteristik bukan menunjukkan perasaan para anggotanya. Para peneliti tentang budaya organisasi merupakan cara mengukur pandangan karyawan terhadap organisasi, patuh terhadap ketentuan-ketentuan organsiasi, menghargai sasaran yang ingin dicapai, menghargai pandangan organisasi, dan mendorong terciptanya persaingan. Sedangkan penelitian tentang sikap kerja lebih menekankan pada cara untuk mengukur respon dan lingkungan kerja.


Kesimpulan

* Ada tiga hal yang perlu di perhatikan dalam mengatasi faktor luar. Pertama, perusahaan harus dapat melihat ketersediaan sumber daya-sumber daya sebagai input. Kedua, perusahaan perlu memperhatikan kebutuhan-kebutuhan berbagai pihak. Ketiga, perusahaan perlu memperhitungkan faktor luar lainnya.
* Organisasi berfungsi terdiri dari dua elemen antara lain:
1. Lingkungan khusus, merupakan pihak yang berkepentingan baik secara individu maupun kelompok dalam suatu organisasi yang berpengaruh secara langsung untuk mencapai tujuannya. Lingkungan khusus dibagi menjadi dua antara lain: pihak yang berkepentingan internal dan eksternal.
2. Lingkungan umum merupakan lapisan paling luar dari lingkungan organisasi, variable-variabel tersebut antara lain ekonomi, teknologi, politik, hukum sosial budaya dan global.
* Sebuah organisasi dalam menjalankan aktivitasnya selalu dipengaruhi oleh lingkungan eksternal seperti: ketidakpastian lingkungan. Ketidakpastian lingkungan dibagi menjadi dua: 1. Kecepatan perubahan, 2. Jumlah perubahan.
* Untuk mengatasi ketidakpastian akibat perubahan-perubahan lingkungan eksternal seperti: ekonomi, teknologi, politik, dan hukum. Pemasok, pelanggan, pesaing, para manajer dapat melakukan beberapa strategi antara lain: lintas batas, membentuk mitra organisasi dan merger, dan usaha patungan.
* Budaya organisasi merupakan suatu sistem yang merupakan bagian dari kepercayaan dan nilai-nilai yang dapat membentuk dan menunjukkan perilaku para anggotanya. Oleh sebab itu, budaya organisasi merupakan ketentuan deskriptif sehingga dapat membedkannya denga sikap kerja.

SUMBER
Athoillah, H.M.  Anton.  (2017).  Dasar-Dasar  Manajemen. Bandung: Pustaka Setia. Bakhri, Syaiful., Daryono., Suharnomo. (2017). The Role of  Strong  Organizational  Culture  to  Increase  the Organization  Competitiveness.  Proceedings  of  the Burapha University International Conference 2017, 3-4 August 2017, Bangsaen, Chonburi, Thailand, 8(6),
https://makalah85.blogspot.com/2009/10/lingkungan-dan-budaya-organisasi.html?m=1
https://www.jurnal.id/id/blog/lingkungan-bisnis/
https://amartha.com/blog/work-smart/lingkungan-bisnis-pahami-pengertian-dan-jenisnya/


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANGGUNG JAWAB SOSIAL DARI ORGANISASI

Fungsi Pengorganisasian Dalam Manajemen Perusahaan