STRUKTUR ORGANISASI
STRUKTUR ORGANISASI
a. Pengertian Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah suatu garis hirarki yang mendeskripsikan berbagai komponen yang menyusun perusahaan, dimana setiap individu atau Sumber Daya Manusia pada lingkup perusahaan tersebut kemudian memiliki posisi dan fungsinya masing-masing.
Struktur organisasi sendiri dibuat untuk kepentingan perusahaan dengan sebelumnya menempatkan orang-orang yang kompeten sesuai dengan bidang dan keahliannya. Bagi HRD sendiri, dengan adanya struktur organisasi, kita dapat mengetahui peran dan tanggung jawab karyawan-karyawannya.
Struktur organisasi sendiri dibuat untuk kepentingan perusahaan dengan sebelumnya menempatkan orang-orang yang kompeten sesuai dengan bidang dan keahliannya. Bagi HRD sendiri, dengan adanya struktur organisasi, kita dapat mengetahui peran dan tanggung jawab karyawan-karyawannya.
Misalnya saja Jika A pandai dalam pemasaran tetapi tidak dengan penjualan, sedangkan B sebaliknya, pandai dalam penjualan tetapi tidak dengan pemasaran, kerja sama adalah cara paling efisien untuk mencapai tujuan tunggal. Setiap kekuatan berguna dalam sistem organisasi. Oleh sebab itu, sangat penting bagi seseorang yang ada di dalam sebuah organisasi memiliki pengetahuan seputar struktur, perilaku, proses, dan hasil organisasi. Pelajari hal tersebut melalui buku Organisasi karya Kaswan dibawah ini.
b. Elemen Struktur Organisasi
Ada 6 elemen kunci yang perlu diperhatikan oleh para manajer ketika hendak mendesain struktur, antara lain:
Spesialis pekerjaan. Sejauh mana tugas-tugas dalam organisasi dibagi-bagi ke dalam beberapa pekerjaan tersendiri.
Departementalisasi. Dasar yang dipakai untuk mengelompokkan pekerjaan secara bersama-sama. Departementalisasi dapat berupa proses, produk, geografi, dan pelanggan.
Rantai komando. Garis wewenang yang tanpa putus yang membentang dari puncak organisasi ke eselon paling bawah dan menjelaskan siapa bertanggung jawab kepada siapa.
Rentang kendali. Jumlah bawahan yang dapat diarahkan oleh seorang manajer secara efisien dan efektif.
Sentralisasi dan Desentralisasi. Sentralisasi mengacu pada sejauh mana tingkat pengambilan keputusan terkonsentrasi pada satu titik di dalam organisasi. Desentralisasi adalah lawan dari sentralisasi.
Formalisasi. Sejauh mana pekerjaan-pekerjaan di dalam organisasi dibakukan.
c. Contoh Jabatan dalam Struktur Organisasi
Terdapat beberapa nama jabatan yang setidaknya akan selalu terpampang dalam sebuah struktur organisasi, namun tidak terbatas pada empat jabatan berikut. Sekali lagi, semua tergantung kepada industri, jenis perusahaan, skala perusahaan, dan kebutuhan perusahaan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah kerangka dasar yang digunakan oleh suatu organisasi untuk mengatur tugas, tanggung jawab, dan hubungan antar anggota. Struktur ini memainkan peran penting dalam menentukan bagaimana suatu organisasi beroperasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. Faktor faktor yang dapat mempengaruhi struktur organisasi antara lain:
Strategi Organisasi
Strategi organisasi berperan untuk mencapai tujuan dari sebuah organisasi. Apabila struktur organisasi dibentuk sebagai suatu upaya untuk mencapai tujuan, maka struktur organisasi harus mengikuti alur strategi organisasi. Pada dasarnya, struktur organisasi memiliki tiga tingkatan, yaitu: strategi korporasi, strategi bisnis, dan strategi fungsional.
Skala Organisasi
Skala organisasi dapat dibedakan berdasarkan jumlah penjualan, pangsa pasar dan jumlah tenaga kerja. Organisasi yang berskala besar memiliki ruang lingkup aktivitas yang luas. Oleh karena itu, tindakan pendelegasian wewenang dan pekerjaan diperlukan dalam mendesain struktur organisasinya. Selain itu, organisasi juga perlu mempertimbangkan berbagai faktor yang terkait ruang lingkup aktivitas yang luas tersebut.
Teknologi
Faktor teknologi yang dimaksudkan adalah cara bagaimana suatu pekerjaan dilakukan dengan menggunakan suatu perangkat. Istilah teknologi mengacu pada cara sebuah organisasi mengubah input menjadi output.
Setiap organisasi paling tidak memiliki satu teknologi untuk mengubah sumber daya finansial, SDM, dan sumber daya fisiknya. Contohnya, dengan adanya web cam, suatu organisasi dapat mengadakan net meeting meski jarak memisahkan peserta rapat organisasi tersebut.
Lingkungan
Struktur organisasi dipengaruhi oleh lingkungan karena lingkungan selalu berubah.
Lingkungan merupakan faktor eksternal bagi struktur organisasi yang sangat berpengaruh karena daya saing yang terjadi pasti akan mendorong semangat suatu organisasi untuk bisa lebih maju. Lingkungan yang dinamis akan mendorong organisasi untuk selalu menyesuaikan struktur organisasi dengan perubahan eksternal yang terjadi. Contohnya seperti peraturan pemerintah, kompetitor baru, kesulitan dalam mendapatkan bahan baku, serta preferensi pelanggan yang terus berubah terhadap produk, dsb. Apabila lingkungan yang mengelilingi cenderung statis, maka tidak akan ada terlalu banyak kekuatan untuk berubah dan mengubah struktur organisasi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi struktur organisasi adalah beragam dan kompleks. Organisasi perlu mempertimbangkan faktor-faktor ini dengan cermat ketika merancang atau mengubah struktur mereka. Penting untuk mencapai keselarasan antara struktur organisasi dan tujuan serta kebutuhan organisasi dalam menghadapi lingkungan yang selalu berubah. Dengan memahami faktor-faktor ini,
Pendekatan Fungsional/Struktur Organisasi Fungsional
Penentuan sub-subbagian dari organisasi atau proses departementalisasi adalah berdasar kan fungsi – fungsi (functional departementalization) tertentu yang mesti dijalankan dalam sebuah organisasi. Dalam organisasi bisnis misalnya, ada pekerjaan yang terkait dengan produksi, pemasaran, keuangan, SDM, dsb.
Jenis Struktur Organisasi
1. Struktur Melingkar
Struktur melingkar adalah sistem yang tidak memiliki struktur tradisional dengan departemen yang berbeda sebagai individu. Struktur ini menggambarkan semua divisi sebagai bagian dari keseluruhan yang sama. Meskipun memiliki kelebihan dalam mendorong komunikasi dan arus informasi bebas, struktur melingkar dapat membingungkan karyawan baru dan sulit untuk mengetahui kepada siapa mereka melapor.
2. Struktur Mekanistik (Birokrasi)
Struktur mekanistik adalah jenis struktur yang memiliki rentang kendali yang sempit dengan adanya sentralisasi, spesialisasi, dan bersifat formal. Struktur ini terbilang cukup kaku dalam menjalankan tugas dan perannya. Setiap keputusan yang diambil memerlukan izin dari pimpinan tertentu. Struktur ini memiliki hierarki yang menunjukkan semakin tinggi posisi, semakin memiliki kekuasaan besar dalam pengambilan keputusan perusahaan.
Contoh Struktur Organisasi
Ada berbagai jenis struktur organisasi, dan jenis yang terbaik untuk suatu organisasi akan bergantung pada berbagai faktor, seperti ukuran, industri, dan tujuannya. Beberapa jenis struktur organisasi yang umum meliputi:
1. Struktur Fungsional:
Struktur ini membagi organisasi berdasarkan fungsi atau departemen, seperti keuangan, pemasaran, dan sumber daya manusia. Setiap departemen bertanggung jawab atas tugas dan fungsinya masing-masing. Struktur fungsional sederhana dan mudah dipahami, tetapi bisa menjadi kaku dan tidak responsif terhadap perubahan.
2. Struktur Divisional:
Struktur ini membagi organisasi berdasarkan produk, layanan, atau wilayah geografis. Setiap divisi memiliki otonomi yang signifikan atas operasinya sendiri. Struktur divisional cocok untuk organisasi besar dan kompleks yang beroperasi di berbagai pasar.
3. Struktur Matriks:
Struktur ini menggabungkan elemen struktur fungsional dan divisional. Karyawan ditugaskan ke tim proyek yang melintasi batas departemen. Struktur matriks dapat mendorong inovasi dan kolaborasi, tetapi juga bisa membingungkan dan sulit dikelola.
4. Struktur Tim:
Struktur ini didasarkan pada tim yang bekerja secara mandiri untuk menyelesaikan tugas dan proyek. Struktur tim cocok untuk organisasi yang membutuhkan fleksibilitas dan responsivitas yang tinggi.
5. Struktur Datar:
Struktur ini memiliki sedikit tingkatan hierarki dan memberikan banyak otonomi kepada karyawan. Struktur datar dapat meningkatkan komunikasi dan pengambilan keputusan, tetapi juga bisa kurang terarah dan sulit untuk dikoordinasikan.
Memilih Struktur Organisasi yang Tepat
Tidak ada struktur organisasi yang "terbaik" untuk semua organisasi. Struktur terbaik akan bergantung pada berbagai faktor, seperti:
1. Ukuran organisasi:
Organisasi yang lebih besar umumnya membutuhkan struktur yang lebih kompleks daripada organisasi yang lebih kecil.
2. Industri:
Beberapa industri, seperti manufaktur, secara tradisional menggunakan struktur fungsional, sementara industri lain, seperti teknologi, mungkin menggunakan struktur matriks.
3. Tujuan organisasi:
Organisasi yang ingin berinovasi dengan cepat mungkin membutuhkan struktur yang lebih fleksibel daripada organisasi yang fokus pada stabilitas dan efisiensi.
Penting bagi organisasi untuk secara berkala mengevaluasi struktur mereka dan memastikannya masih sesuai dengan kebutuhan mereka. Saat organisasi tumbuh dan berubah, mungkin perlu menyesuaikan struktur mereka agar tetap efektif.
REFERENSI
https://organisasi.co.id/struktur-fungsional-konsep-komposisi-4-kelebihan/






Komentar
Posting Komentar