Faktor Individu Dalam Organisasi
**Mengetahui Karakteristik Individu dalam Organisasi:**
1. Keterampilan: individu memiliki keterampilan yang berbeda-beda, seperti keterampilan komunikasi, keterampilan problem-solving, atau keterampilan teamwork.
2. Kepercayaan: individu memiliki kepercayaan yang berbeda-beda, seperti kepercayaan diri, kepercayaan orang lain, atau kepercayaan sistem.
3. Gaya Kepemimpinan: individu memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda-beda, seperti lider, follower, atau transformasional.
4. Motivasi: individu memiliki motivasi yang berbeda-beda, seperti kepuasan, penghargaan, atau ketidakpuasan.
5. Personalitas: individu memiliki personalitas yang berbeda-beda, seperti extrovert, introvert, atau ambivert.
**Beberapa Isu Seputar Perilaku Individu dalam Organisasi:**
1. Konflik: individu dapat mengalami konflik dengan orang lain dalam organisasi, seperti konflik ideologi, konflik nilai-nilai, atau konflik interes.
2. Kesalahpahaman: individu dapat mengalami kesalahpahaman dengan orang lain dalam organisasi, seperti kesalahpahaman tentang tujuan organisasi, kesalahpahaman tentang peran individu, atau kesalahpahaman tentang komunikasi.
3. Kelelahan: individu dapat mengalami kelelahan dan stress dalam organisasi, seperti kelelahan fisik, kelelahan emosional, atau kelelahan mental.
4. Kemunduran: individu dapat mengalami kemunduran dalam organisasi, seperti kemunduran dalam keterampilan, kemunduran dalam kemampuan, atau kemunduran dalam motivasi.
**Mengelola Individu dalam Organisasi:**
1. Pengembangan Karakteristik Individu: organisasi dapat melakukan pengembangan karakteristik individu melalui pelatihan dan pembinaan.
2. Pengelolaan Konflik: organisasi dapat melakukan pengelolaan konflik dengan cara-cara yang efektif dan efisien.
3. Pengelolaan Kesalahpahaman: organisasi dapat melakukan pengelolaan kesalahpahaman dengan cara-cara yang jelas dan transparant.
4. Pengelolaan Kelelahan: organisasi dapat melakukan pengelolaan kelelahan dengan cara-cara yang memungkinkan individu untuk mengurangi beban kerja dan meningkatkan motivasi.
5. Pengelolaan Kemunduran: organisasi dapat melakukan pengelolaan kemunduran dengan cara-cara yang memungkinkan individu untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan.
Dalam mengelola individu dalam organisasi, penting untuk memahami karakteristik individu dan isu-isu seputar perilaku individu. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas dalam kerja sama antara individu dan organisasi.
A. Faktor Individu dan implementasi rencana organisasi
Here are some additional information on the topic:
**Faktor Individu yang Mempengaruhi Implementasi Rencana Organisasi:**
1. **Keterampilan**: individu memiliki keterampilan yang berbeda-beda, seperti keterampilan komunikasi, keterampilan problem-solving, atau keterampilan teamwork.
2. **Motivasi**: individu memiliki motivasi yang berbeda-beda, seperti kepuasan, penghargaan, atau ketidakpuasan.
3. **Gaya Kepemimpinan**: individu memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda-beda, seperti lider, follower, atau transformasional.
4. **Kepercayaan**: individu memiliki kepercayaan yang berbeda-beda, seperti kepercayaan diri, kepercayaan orang lain, atau kepercayaan sistem.
5. **Personalitas**: individu memiliki personalitas yang berbeda-beda, seperti extrovert, introvert, atau ambivert.
**Implementasi Rencana Organisasi:**
1. **Pengembangan Komunikasi**: organisasi harus mengembangkan komunikasi yang efektif dan transparant untuk memastikan bahwa individu memiliki informasi yang diperlukan untuk melaksanakan rencana.
2. **Pengembangan Sumber Daya**: organisasi harus mengembangkan sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan rencana, seperti sumber daya manusia, sumber daya teknologi, atau sumber daya finansial.
3. **Pengembangan Sistem Pengawasan**: organisasi harus mengembangkan sistem pengawasan yang efektif untuk memantau proses dan hasil pelaksanaan rencana.
4. **Pengembangan Sistem Reward**: organisasi harus mengembangkan sistem reward yang efektif untuk memotivasi individu untuk melaksanakan rencana.
5. **Pengembangan Budaya Organisasi**: organisasi harus mengembangkan budaya organisasi yang mendukung pelaksanaan rencana.
**Strategi Implementasi Rencana Organisasi:**
1. **Penggunaan Teknologi**: organisasi dapat menggunakan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelaksanaan rencana.
2. **Kerja Sama Tim**: organisasi dapat meningkatkan kerja sama tim untuk meningkatkan kesadaran dan motivasi individu dalam melaksanakan rencana.
3. **Pemberian Feedback**: organisasi dapat memberikan feedback yang konstruktif dan jelas untuk membantu individu dalam melaksanakan rencana.
4. **Pengembangan Kompetensi**: organisasi dapat mengembangkan kompetensi individu melalui pelatihan dan pembinaan.
5. **Pengelolaan Risiko**: organisasi dapat mengelola risiko yang terkait dengan pelaksanaan rencana untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan.
Dalam implementasi rencana organisasi, penting untuk memahami faktor individu yang mempengaruhi pelaksanaan rencana dan menggunakan strategi-strategi yang efektif untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pelaksanaan rencana.
B. Kontribusi dan Kompensasi
Kontribusi (contribution) adalah apa yang bisa diberikan oleh individu bagi organisasi atau perusahaan, diantaranya: usaha, kemampuan, loyalitas, keahlian, waktu dan kopetensi.
Kompensasi (inducement) adalah apa yang dapat diberikan organisasi kepada individu, diantaranya: berupa upah, kepastian kinerja benefit, peluang, karier, status dan peluang promosi.
Ada dua konsep yang mendasari mengapa faktor individu perlu untuk dipelajari dan dipahami sehubungan dengan manajemen perusahaan, khususnya dalam fungsi implementasi dan fungsi pengarahan. Dua konsep itu adalah kontribusi (contribution) dan kompensasi (inducement). Kontribusi adalah apa yang bisa diberikan oleh individu bagi organisasi atau perusashaan. Sabaliknya, kompensasi adalah apa yang dapat diberikan oleh organisasi atau perusahaan bagi individu.
Keuda konsep ini satu sama lainnya akan saling memengaruhi dalam hal implementasi rencana organisasi. Tujuan organisasi tak akan tercapai jika masing- masing individu tidak memberikan kinerjanya yang terbaik (contribution) bagi perusahaan. Sebaliknya, individu tidak akan memeberikan kinerja trbaikknya jika perusahaan tidak memberikan kompensasi (inducement) yang layak dan adil bagi para individu dari tenaga kerja tersebut. Bentuk-bentuk kontribusi yang dapat diberikan individu diantaranya adalah usaha, kemampuan, loyalitas, keahlian, waktu, dan kompetensi. Adapun bentuk kompensasi yang bisa diberikan oleh organisasi diantaranya adalah berupa upah, kepastian, kerja, benefit, peluang karier, status dan peluang promosi.
C. Memahami Faktor Individu Dalam Organisasi
Kontrak psikologis: secara psikologis tenaga kerja akan memberikan hal yang terbaik yang dimilikinya untuk organisasi dimana dia bergabung.
Kesesuaian tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan: proses seleksi yang dilaksanakan begitu ketat.
Keragaman individu dalam organisasi: manusia ditakdirkan tidak sama, baik dari sisi latar belakang biologisnya, latar belakang pendidikan, hingga berbagai faktor yang mempengaruhi karakteristik setiap individu tenaga kerja.
4 Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Organisasi
Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi suatu perilaku organisasi, faktor-faktor tersebut, antara lain:
1. Orang (SDM)
Dalam suatu wadah organisasi, orang-orang baik itu secara individu maupun kelompok membentuk suatu sistem sosial internal. Kelompok-kelompok tersebut dapat terdiri dalam jumlah yang besar atau sedikit, serta bisa bersifat formal maupun informal.
Pada dasarnya organisasi adalah kumpulan sekelompok orang yang menjadi satu. Maka, seorang manajer organisasi harus mampu untuk mengarahkan orang-orang di dalam organisasi tersebut dengan baik dan benar, di mana kondisinya adalah orang-orang tersebut berasal dari latar pendidikan, kemampuan, dan juga cara berpikir yang berbeda-beda.
2. Struktur
Struktur organisasi dalam hal ini berkaitan dengan sebuah sistem yang mengatur dan menghubungkan orang-orang dalam organisasi tersebut. Struktur organisasi dikatakan baik, ketika mampu membuat para pekerjanya berkoordinasi dengan baik satu dengan yang lainnya berdasarkan asas keadilan dan sesuai dengan kemampuanya. Perusahaan atau organisasi yang sukses, pasti memiliki struktur yang kokoh di baliknya, serta berjalan sesuai dengan kebutuhan perusahaan atau organisasi bukan berdasarkan kepentingan pribadi atau salah satu individu.
3. Teknologi
Teknologi juga memberikan dampak yang besar bagi pekerja dalam sebuah perusahaan maupun organisasi. Salah satu manfaat dalam menggunakan teknologi yaitu meningkatkan efektivitas dan efisiensi dengan menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dan hasil yang lebih baik pula.
Pada hakikatnya, seseorang tidak bisa menyelesaikan pekerjaan hanya dengan tangan mereka. Mereka membutuhkan bantuan manusia lain atau faktor pendukung lainnya. Oleh sebab itu, teknologi hadir sebagai salah satu sumber daya yang dapat membantu orang-orang di suatu organisasi atau perusahaan.
4. Lingkungan
Berdirinya sebuah organisasi atau perusahaan tentu berawal dari sebuah sistem besar yang memiliki banyak elemen di dalamnya, seperti pemerintahan, keluarga, dan organisasi-organisasi lain.
Selanjutnya, organisasi atau perusahaan itu mampu berjalan karena adanya hubungan antara lingkungan internal dan juga eksternal. Hal itu disebabkan, karena organisasi atau perusahaan tidak dapat berdiri sendiri, dan memerlukan pihak-pihak lain dalam pengoperasiannya. Maka dari itu, perubahan pada lingkungan juga akan menyebabkan tuntutan kepada organisasi yang berada di dalamnya.
Manfaat Perilaku Organisasi
Setelah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku organisasi. Selanjutnya yang harus kita ketahui bersama adalah manfaat dari perilaku organisasi ini, diantaranya:
- Membantu manajemen dalam memberikan pengarahan kepada karyawan dan juga tim yang dibawahinya.
- Memudahkan perusahaan dalam mengatur dan juga membimbing karyawan dalam menyelesaikan tanggung jawabnya.
- Memberikan motivasi kepada para pekerja untuk meningkatkan produktivitasnya dalam bekerja.
- Membantu perusahaan dalam mengidentifikasi dan juga menyelesaikan segala permasalahan yang ada.
- Menjaga hubungan baik, tidak hanya dengan lingkungan internal, tetapi juga dengan pihak- pihak eksternal.
- Memudahkan perusahaan dalam mengidentifikasi tujuannya dan juga kebutuhan dari setiap karyawan yang ada.
D. Perilaku dan Kepribadian Individu
“Model lima dimensi kepribadian” dari GRIFFIN (2000):
- Agreeableness (tingkat persetujuan): kemampuan individu dalam berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain.
- Conscienctiousness (keseriusan dan kesadaran): keseriusan individu terhadap rencana pencapaian tujuan dari organisasi.
- Negative Emotionally (tingkat emosi yang negative): ketidak stabilan emosi yang dimiliki oleh individu.
- Extraversion (tingkat keleluasaan dan kenyamanan): kemampuan individu untuk merasa nyaman dan leluasa bagi orang lain untuk berinteraksi dengannya.
- Openness (tingkat keterbukaan): bersikap terbuka terhadap orang lain.
Perilaku dan Kepribadian Individu adalah dua konsep psikologi yang terkait dengan bagaimana individu berperilaku dan mempersepsikan dirinya sendiri. Berikut adalah definisi, faktor, dan contoh dari perilaku dan kepribadian individu:
**Perilaku Individu**
Perilaku individu adalah cara individu berperilaku dan menunjukkan pola-pola kebiasaan yang konsisten dalam berbagai situasi. Perilaku individu dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti:
1. Genetika: Warisan dari orang tua dan lingkungan keluarga.
2. Lingkungan: Pengaruh dari orang lain, media, dan budaya.
3. Kepribadian: Pola pikir dan emosi yang menjadi ciri khas seseorang.
Contoh perilaku individu:
* Seseorang yang selalu berpraktis dan disiplin dalam mengerjakan tugas.
* Seseorang yang sangat ekstrovert dan suka berbicara di depan umum.
* Seseorang yang sulit menolak keputusan dan selalu ingin memiliki kontrol.
**Kepribadian Individu**
Kepribadian individu adalah pola pikir, emosi, dan motivasi yang menjadi ciri khas seseorang. Kepribadian individu dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti:
1. Genetika: Warisan dari orang tua dan lingkungan keluarga.
2. Lingkungan: Pengaruh dari orang lain, media, dan budaya.
3. Pengalaman: Pengalaman-pengalaman yang dialami sejak kecil.
Contoh kepribadian individu:
* Seseorang yang optimistis dan percaya diri.
* Seseorang yang memiliki rasa takut akan risiko dan menghindari konfrontasi.
* Seseorang yang memiliki motivasi untuk sukses dan ingin mencapai tujuan.
**Hubungan antara Perilaku dan Kepribadian**
Perilaku individu dapat dipengaruhi oleh kepribadian individu, sedangkan kepribadian individu dapat dipengaruhi oleh perilaku individu. Berikut adalah beberapa contoh hubungan antara perilaku dan kepribadian:
* Perilaku ekstrovert dapat dikarenakan oleh kepribadian yang optimistis dan percaya diri.
* Perilaku disiplin dapat dikarenakan oleh kepribadian yang memiliki motivasi untuk sukses.
* Perilaku takut akan risiko dapat dikarenakan oleh kepribadian yang memiliki rasa takut akan gagal.
Dalam keseluruhan, perilaku dan kepribadian individu saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain. Dengan memahami perilaku dan kepribadian individu, kita dapat lebih memahami diri sendiri dan orang lain, serta mengembangkan strategi untuk meningkatkan kesadaran diri dan kemampuan sosial.
E. Perilaku Individu Lainnya Yang Memengaruhi Organisasi
Selain perilaku individu yang telah dijelaskan sebelumnya, berikut adalah beberapa contoh perilaku individu lain yang dapat mempengaruhi organisasi:
1. **Perilaku Organisasi**: Perilaku individu yang terkait dengan cara berkerja dan bertindak dalam organisasi. Contoh: Seseorang yang sangat bergantung pada teknologi dan sulit untuk beradaptasi dengan perubahan.
2. **Perilaku Manajemen**: Perilaku individu yang terkait dengan cara mengelola dan mengarahkan tim dan sumber daya. Contoh: Seseorang yang memiliki keterampilan komunikasi yang baik namun sulit untuk mendistribusikan tugas dan tanggung jawab.
3. **Perilaku Keuangan**: Perilaku individu yang terkait dengan cara mengelola keuangan dan biaya. Contoh: Seseorang yang memiliki kebiasaan menghabiskan uang untuk hal-hal tidak perlu.
4. **Perilaku Kerja**: Perilaku individu yang terkait dengan cara bekerja dan melakukan tugas. Contoh: Seseorang yang memiliki kebiasaan tidak mau mengerjakan tugas-tugas yang sulit.
5. **Perilaku Hubungan**: Perilaku individu yang terkait dengan cara berhubungan dengan orang lain di organisasi. Contoh: Seseorang yang memiliki kebiasaan menyebarluaskan informasi rahasia.
6. **Perilaku Inovatif**: Perilaku individu yang terkait dengan cara mengembangkan ide-ide baru dan inovatif. Contoh: Seseorang yang memiliki kebiasaan mencari inspirasi dari luar dan mencoba hal-hal baru.
7. **Perilaku Konstruktif**: Perilaku individu yang terkait dengan cara membangun dan meningkatkan organisasi. Contoh: Seseorang yang memiliki kebiasaan membagi pengetahuan dan keterampilan dengan teman-teman sekerja.
8. **Perilaku Destructif**: Perilaku individu yang terkait dengan cara merusak dan menghancurkan organisasi. Contoh: Seseorang yang memiliki kebiasaan menyebarluaskan rumor dan fitnah.
9. **Perilaku Politik**: Perilaku individu yang terkait dengan cara berpolitik dan mencari kepentingan pribadi dalam organisasi. Contoh: Seseorang yang memiliki kebiasaan menyebarluaskan informasi rahasia untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
10. **Perilaku Emosional**: Perilaku individu yang terkait dengan cara beremosi dan bereaksi terhadap situasi-stitusi di organisasi. Contoh: Seseorang yang memiliki kebiasaan menjadi emosional ketika tidak mendapat sambutan atau kritik dari orang lain.
Dalam keseluruhan, perilaku individu dapat mempengaruhi organisasi dalam berbagai cara, baik positif maupun negatif. Oleh karena itu, penting untuk memahami perilaku individu dan mengembangkan strategi untuk meningkatkan perilaku positif dan mengurangi perilaku negatif di organisasi.
F. Perilaku Individu Dan Sikap Dalam Berorganisasi
Perilaku individu dan sikap adalah dua konsep yang terkait dengan cara individu berperilaku dan berreaksi dalam organisasi. Berikut adalah definisi, faktor, dan contoh dari perilaku individu dan sikap dalam berorganisasi:
**Perilaku Individu dalam Berorganisasi**
Perilaku individu dalam berorganisasi adalah cara individu berperilaku dan menunjukkan pola-pola kebiasaan yang konsisten dalam organisasi. Perilaku individu dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti:
1. Kepribadian: Pola pikir, emosi, dan motivasi yang menjadi ciri khas seseorang.
2. Lingkungan: Pengaruh dari orang lain, media, dan budaya.
3. Keterampilan: Keterampilan-keterampilan yang dimiliki individu, seperti komunikasi, kreativitas, dan kemampuan analisis.
Contoh perilaku individu dalam berorganisasi:
* Seseorang yang memiliki keterampilan komunikasi yang baik namun sulit untuk mendistribusikan tugas dan tanggung jawab.
* Seseorang yang memiliki motivasi untuk sukses namun sulit untuk menerima kritik dan saran dari orang lain.
* Seseorang yang memiliki keterampilan analisis yang baik namun sulit untuk membuat keputusan.
**Sikap Dalam Berorganisasi**
Sikap adalah cara individu berreaksi terhadap situasi-stitusi di organisasi. Sikap dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti:
1. Kepribadian: Pola pikir, emosi, dan motivasi yang menjadi ciri khas seseorang.
2. Lingkungan: Pengaruh dari orang lain, media, dan budaya.
3. Pengalaman: Pengalaman-pengalaman yang dialami sejak kecil.
Contoh sikap dalam berorganisasi:
* Seseorang yang memiliki sikap positif terhadap perubahan dan siap menghadapi tantangan baru.
* Seseorang yang memiliki sikap negatif terhadap perubahan dan sulit untuk menghadapi tantangan baru.
* Seseorang yang memiliki sikap apatis terhadap organisasi dan tidak terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan organisasi.
**Hubungan antara Perilaku Individu dan Sikap**
Perilaku individu dan sikap saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain. Berikut adalah beberapa contoh hubungan antara perilaku individu dan sikap:
* Perilaku individu yang memiliki keterampilan komunikasi yang baik dapat mempengaruhi sikap positif terhadap kerja tim.
* Perilaku individu yang memiliki motivasi untuk sukses dapat mempengaruhi sikap apatis terhadap organisasi.
* Perilaku individu yang memiliki keterampilan analisis yang baik dapat mempengaruhi sikap skeptis terhadap ide-ide baru.
Dalam keseluruhan, perilaku individu dan sikap adalah dua konsep yang terkait dengan cara individu berperilaku dan berreaksi dalam organisasi. Oleh karena itu, penting untuk memahami perilaku individu dan sikap dalam berorganisasi dan mengembangkan strategi untuk meningkatkan perilaku positif dan mengurangi perilaku negatif.
Beberapa Isu Seputar Perilaku Individu Dalam Organisasi
Berikut beberapa isu seputar perilaku individu dalam organisasi:
1. **Ketergantungan pada Teknologi**: Ketergantungan pada teknologi dapat mempengaruhi perilaku individu dalam organisasi, seperti sulit beradaptasi dengan perubahan dan tidak mau mengembangkan keterampilan lain.
2. **Kepemimpinan**: Perilaku individu dalam organisasi dapat dipengaruhi oleh kepemimpinan yang ada, seperti perilaku manajerial yang tidak efektif dan komunikasi yang kurang baik.
3. **Stres**: Stres di organisasi dapat mempengaruhi perilaku individu, seperti kecemasan dan frustasi yang dapat mempengaruhi kinerja.
4. **Motivasi**: Motivasi individu dalam organisasi dapat mempengaruhi perilaku, seperti motivasi untuk sukses dan pengembangan diri.
5. **Keterbatasan Sumber Daya**: Keterbatasan sumber daya dalam organisasi dapat mempengaruhi perilaku individu, seperti kecemasan dan frustasi yang dapat mempengaruhi kinerja.
6. **Perubahan**: Perubahan di organisasi dapat mempengaruhi perilaku individu, seperti sulit beradaptasi dengan perubahan dan tidak mau mengembangkan keterampilan lain.
7. **Keterlibatan**: Keterlibatan individu dalam organisasi dapat mempengaruhi perilaku, seperti tidak terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan organisasi dan tidak memiliki sense of belonging.
8. **Kesadaran akan Diri**: Kesadaran akan diri individu dalam organisasi dapat mempengaruhi perilaku, seperti kesadaran akan kelebihan dan kekurangan diri sendiri.
9. **Kemampuan Berkomunikasi**: Kemampuan berkomunikasi individu dalam organisasi dapat mempengaruhi perilaku, seperti kemampuan berkomunikasi yang baik namun sulit untuk mendistribusikan tugas dan tanggung jawab.
10. **Etika**: Etika individu dalam organisasi dapat mempengaruhi perilaku, seperti kemampuan untuk menjaga kerahasiaan informasi dan menghormati hak-hak orang lain.
Beberapa konsekuensi dari isu-isu tersebut adalah:
* Penurunan kinerja individu
* Penurunan motivasi
* Penurunan produktivitas
* Penurunan kepuasan kerja
* Pengaruh negatif terhadap budaya organisasi
Dalam keseluruhan, penting untuk memahami isu-isu seputar perilaku individu dalam organisasi dan mengembangkan strategi untuk meningkatkan perilaku positif dan mengurangi perilaku negatif.
Mengelola Individu Dalam Organisasi
Fungsi manajemen membahas rencana implementasi disesuaikan dengan tujuan organisasi yang telah ditetapkan dapat dicapai sesuai dengan rencana melalui pembangian kerja sebagaimana disusun dalam struktur organisasi dikenal sebagai fungsi pengarahan.
Pada tahap implementasi yang akan menentukan berjalan tidaknya rencana yang telah disusun adalah faktor sumber daya manusia yang telah diberikan tugas untuk menjalankan rencana.
Agar dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan yang telah ditetapkan, fungsi yang perlu dipelajari adalah fungsi pengarahan, yaitu fungsi yang membahas bagaimana sumber daya manusia dapat diarahkan oleh manajer secara konsisten.
Referensi
https://www.coursehero.com/file/p4rsk986/b-Kontribusi-dan-Kompensasi-Ada-dua-konsep-yang-mendasari-mengapa-faktor/#:~:text=Dua%20konsep%20itu%20adalah%20kontribusi,organisasi%20atau%20perusahaan%20bagi%20individu.
https://bakrie.ac.id/articles/497-kenalan-dengan-pengertian-faktor-dan-manfaat-perilaku-organisasi.html
https://www.kompasiana.com/hadiputraazhar/6155d66306310e3e1b7a9212/pentingnya-perilaku-individu-kelompok-dalam-organisasi
Komentar
Posting Komentar